"Buku Antologi SDM sisa 1, Usth," kata Ustazah May_koordinator buku, melaporkan.
"Untuk saya lagi saja, Usth," jawab saya.
Beberapa hari lalu saat memesan buku tambahan itu, saya belum tahu untuk siapa. Rupanya memang takdir buku itu untuk seseorang yang datang ke sekolah. Arkan, alumnus tahun 2020 yang mantan pengurus OSIS dan anak Paskib itu datang setelah mengurus KTP-nya yang hilang (28/9).
Kami pun ngobrol banyak hal, salah satunya ia bercerita tentang profesi MC yang mulai diseriusinya. Bahkan, ia mulai merintis membuat komunitas MC. Awal kuliah, saya lihat ia sering berbagi makanan dengan komunitasnya kepada orang-orang yang membutuhkan. Kegiatan ini sudah dirintisnya sejak ia masih di Purwokerto. Bahkan, kegiatan bersih-bersih masjid juga inisiatif Arkan dkk. saat menjadi pengurus OSIS, belum menjadi program resmi. Ia juga minta doa sedang proses skripsi di UNS.
"Mumpung ada buku baru, kamu beli, ya?" kata saya dengan menyodorkan dua buku, si Kuning Cantik dan buku solo saya, Di Balik Pintu Kelas.
"Boleh, Usth," jawabnya. "Wah, ada Ustaz Dani," ucapnya saat membaca para penulis buku antologi SDM. Ustaz Dani dulu wali kelasnya di kelas 8.
"Untuk obat kangen dengan guru-guru yang pernah mengajarmu," pesan saya.
Beberapa hari kemudian, ternyata ia membayar sesuai harga, padahal saya memberinya diskon.
"Saya menghargai karya Ustazah," katanya.
"Dari dulu memang kecerdasan sosialmu bagus, Arkan."
"Bismillah, Ustazah. Semoga selalu Allah tetapkan di jalan kebaikan nggih, Usth."🤲🏻😊
Saya membaca balasan chat WA-nya dengan penuh syukur.
Purwokerto, 8 Oktober 2026
(Mien)


Posting Komentar