Si Kuning Cantik Buku Antologi SDM (1)



Alhamdulillah, tuntas sudah saya membaca si Kuning Cantik buku antologi SDM SMP Al Irsyad. Aneka rasa berbaur jadi 1, suka, duka, haru, bangga, dan syukur. Dari halaman pertama hingga akhir, saya selesaikan hanya dalam 3 kali duduk. Buku ini ditulis oleh KS dan 4 orang Wakil KS, 15 guru, dan 1 petugas kebersihan. 

Tepat sekali tulisan Ustaz Mustamim (KS) membuka buku dengan mengupas tentang tarhib siswa. Kegiatan yang sepertinya sederhana, justru bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi siswa, termasuk syiarnya. Dengan halus kita diingatkan agar bertugas dengan sepenuh hati. Awas, jangan lagi tarhib disambi ngobrol. Jujur saja sekali waktu saya pernah seperti itu, hehe.

Oya, kegiatan ini sudah dimulai sejak tahun 2000. Rasa bangga saya karena menyaksikan betul bahwa di Purwokerto ini Al Irsyadlah yang mengawali. Belum ada sekolah lain yang melaksanakan tarhib siswa. 

Pengalaman-pengalaman masa sebelum menjadi guru di Al Irsyad dari Ustazah Tunjung (Waka Kurikulum), Ustazah Tutut (Waka Humas dan Binpres) , dan Ustaz Anhar (Waka Kesiswaan), sungguh cerita yang sangat sayang bila tidak dituliskan. Membaca cerita mereka, rasanya saya jadi lebih mengenal beliau-beliau karena tulisan memang bisa menjadi jalan silaturahmi.

Belum lagi cerita Ustaz Darmanto (Waka Sarpras dan Biah Islamiyyah) tentang hangatnya kekeluargaan di kampung asalnya. Mana pernah kita mempunyai waktu 5 sampai 10 menit saja untuk mendengarkan Ustaz Darmanto bernostalgia dengan masa kecilnya? Cerita yang semua dari kita pasti pernah mengalaminya, terutama bermain petak umpet di malam hari dan masak-masakan. Ah, saya seperti sedang berkaca dan sangat merindukan suasana hangat masa anak-anak itu. 

Bagaimana dengan isi tulisan dari penulis lainnya? Maaf, saya tidak akan menceritakan semuanya. Khawatir pembaca jadi enggan membuka sendiri si Kuning Cantik buku antologi SDM.

Ah, sedikit tentang tulisan Ustazah Marlina (guru IPS). Tulisannya tentang putrinya yang keruji membuat saya ikut senam jantung. Saya mengalami persis, dulu anak saya masih TK kena ruji saat mbonceng saya. Padahal di rumah ada sepeda baru. Ia baru saja dibelikan sepeda, tetapi kakinya jadi malah diperban.

Yang jelas, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua penulis atas tulisan yang dikirimkan. Sangat luar biasa dan menginspirasi. Jadi tidak sabar tahun depan berapa penulis, ya? Buku KS dan SDM yang pertama 12 penulis (Pandemi Punya Cerita). Buku kedua warna putih (Menyemai Ilmu, Menuai Kisah Haru), 19 penulis, dan buku ketiga ini 21 Penulis. Insyaallah tahun depan lebih banyak lagi.

Terutama kepada KS dan jajaran manajemen, tim komplet. Jazakumullah khoiron katsiron telah berpartisipasi dan menyemangati kami. Kepada Ustazah May, editor buku, terima kasih telah menuntaskan buku dan mencarikan kover yang cantik.

Sebagus apa pun sebuah tulisan memang akan terlihat benar bagus atau tidak bila dibaca. Seperti penutup tulisan salah satu Ustazah di buku antologi SDM ini "Bisa jadi ceritaku ini adalah cerita yang tidak pernah terbaca".

Insyaallah Allah memberikan kemudahan dan kesempatan kepada kita untuk menikmati tulisan dari Ustaz Ustazah guru penulis SMP Al Irsyad Purwokerto, Ketika Guru Bercerita, Sebuah Jejak Inspirasi untuk Generasi.
Amin...

Purwokerto, 6 Oktober 2026
(Mien)

Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar